Efek Samping Asam Urat

The following two tabs change content below.

Muslim Amanah

Konsultan Kesehatan at Ahli Herbal
Penggiat herbal dan kesehatan. Pengelola ahliherbal.com, toko obat herbal alami tradisional.

Penguraian makanan kaya protein menjadi purin akan menghasilkan asam urat di dalam tubuh. Dalam kondisi normal, asam urat akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui ginjal. Namun jika terlalu banyak asam urat di dalam darah atau ginjal tidak berfungsi dengan baik, maka asam urat akan terakumulasi di dalam darah dan di jaringan sehingga mengganggu fungsi tubuh dan menyebabkan berbagai macam masalah.

Akibat Penumpukan Asam Urat

Peningkatan asam urat di dalam darah disebut sebagai kondisi hiperurisemia. Berbagai macam permasalahan dapat ditimbulkan hiperurisemia, misalnya asidosis metabolik, pirai, bahkan hingga dapat berujung pada gagal ginjal.

Pirai

Dari semua efek samping kadar asam urat darah tinggi, pirai akibat secara langsung dari hiperurisemia yang paling umum terjadi. Kondisi ini ditandai dengan nyeri yang tajam pada bagian sendi kecil serta bagian telapak kaki. Menurut University of Maryland Medical Center, semakin banyak protein hewani yang dikonsumsi seseorang, maka asam urat yang diproduksi akan semakin banyak. Asupan protein yang tinggi akan mengakibatkan peningkatan purin di dalam tubuh yang kemudian diubah menjadi asam urat. Jika kelebihan asam urat tidak dibuang oleh ginjal, maka asam urat akan membentuk kristal dan terakumulasi di persendian tangan dan kaki, terutama ibu jari kaki. Kristal yang terbentuk sangat tajam dan menekan jaringan dibawah kulit sehingga menimbulkan rasa yang sangat nyeri, peradangan dan pembengkakan yang disebut pirai. Pirai umumnya ditemukan pada pria namun dapat pula ditemukan pada perempuan dan remaja jika banyak mengkonsumsi protein hewani.

Asidosis Metabolik

Konsumsi protein dalam jumlah sangat besar, jika tidak dapat dimetabolisme dengan baik, akan menyebabkan peningkatan kadar asam urat. Menurut situs MedlinePlus.com, peningkatan kadar asam urat yang disertai dengan kesulitanan dalam proses pembuangannya melalui ginjal dapat menimbulkan suatu kondisi yang disebut asidosis metabolis. Asidosis metabolis akan meningkatkan frekuensi pengambilan nafas yang ditandai dengan nafas yang tersengal-sengal, pusing, letarghy (lemas dan lesu), dan dapat berujung pada kehilangan kesadaran dan kematian. Asidosis kronis yang ringan dapat disebabkan oleh konsumsi makanan tinggi protein dalam jangka waktu lama.

Batu Ginjal

Kelebihan asam urat dalam urin akan menyebabkan pembentukan batu ginjal. Batu tersebut terbentuk dari asam urat yang mengkristal serta mengendap di ginjal ataupun di saluran kemih. Batu ginjal dapat memiliki ukuran yang bervarisasi mulai dari sebesar pasir hingga sebesar batu kerikil yang umum ditemui di tanah. Sumbatan oleh batu ginjal pada ureter akan mengakibatkan penderita merasakan nyeri ketika mencoba untuk buang air kecil. Batu ginjal merupakan masalah yang sangat serius. Menurut Royal Infirmary of Edinburgh’s Renal Unit jika seseorang pernah mengalami batu ginjal maka kemungkinan untuk mengalaminya kembali juga lebih besar. Jika kita dapat mengurangi makanan kaya protein hewani yang kita konsumsi maka risiko untuk menderita batu ginjal akan berkurang. Faktor geografis dan ras ternyata juga berpengaruh terhadap kemungkinan pembentukan batu ginjal. Orang Kaukasus dengan berusia 30 hingga 60 tahun yang hidup di daerah beriklim panas memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita batu ginjal karena pada umumnya memiliki tekanan darah tinggi dan memiliki riwayat keluarga berpenyakit ginjal.

Referensi Artikel :