Jangan Sepelekan Sakit Gigi
Sakit gigi adalah keadaan dimana bagian gigi seseorang terasa nyeri akibat dari timbulnya berbagai masalah pada bagian gigi dan rahang. Sakit gigi sering dianggap enteng oleh sebagian besar orang, padahal sakit gigi bisa menyebabkan dampak yang sangat serius bagi kesehatan. Tanpa penanganan yang serius, masalah sakit gigi yang dianggap sepele bisa bisa berujung pada akibat yang fatal. Menurut Badar T. Johan, salah satu dokter spesialis di Rumah Sakit Internasional Bintaro, ibu hamil yang mengalami sakit gigi akibat gigi berlubang apabila tidak segera melakukan tindakan medis yang tepat bisa berujung pada keguguran ataupun gangguan kesehatan janin, seperti bobot janin rendah ketika dilahirkan.
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan sakit gigi, diantaranya yaitu gigi berlubang, gigi retak, erosi gigi, iritasi terhadap akar gigi, penyakit gusi, dan lain-lain. Dari sekian banyak kasus sakit gigi yang dialami oleh semua orang, gigi berlubang diketahui sebagai salah satu penyebab yang paling umum terjadi. Di dalam gigi, terdapat jaringan hidup yang disebut dengan pulp, tempat dimana pembuluh darah dan syaraf gigi berada. Jaringan hidup tersebut dilindungi oleh dua lapisan keras yang disebut enamel dan dentin. Ketika kedua lapisan tersebut tergerus oleh larutan asam dan berlubang semakin besar, saat itulah rasa sakit akan terasa. Larutan asam yang dapat menggerus kedua lapisan pelindung gigi berasal dari gula yang diubah menjadi zat asam oleh bakteri di dalam mulut.
Itulah penjelasan mengapa permen tidak baik untuk gigi. Dengan membaca penjelasan di atas, kita juga jadi tahu bahwa memelihara kebersihan gigi dari bakteri-bakteri di dalam mulut dengan menyikat gigi secara teratur sangat penting untuk dilakukan. Anjuran bagi kita untuk menjaga kesehatan gigi adalah dengan menyikat gigi setiap hari, minimal sebanyak dua kali. Untuk mengatasi masalah gigi berlubang, biasanya dokter gigi akan melakukan penambalan terhadap lubang tersebut. Penambalan dilakukan dengan terlebih dahulu mengobati syaraf yang sakit hingga benar-benar sembuh, selanjutnya baru ditambal dengan lapisan yang keras untuk melindungi bagian pulp tersebut dari bakteri-bakteri di dalam mulut. Karena itulah proses penambalan gigi berlubang biasanya tidak bisa dilakukan dalam sekali waktu. Melainkan pasien harus kembali beberapa kali sebelum penambalan siap untuk dilakukan.
Masalah sakit gigi selanjutnya yang juga sering terjadi yaitu akibat gigi retak atau patah. Hal ini bisa disebabkan karena seseorang menggigit benda keras. Biasanya hal ini terjadi ketika seseorang sedang mengunyah makanan dan tidak sengaja ada materi benda keras yang tercampur kedalam makanan ikut terkunyah. Kemudian sakit gigi juga mungkin disebabkan oleh terbukanya bagian akar gigi. Masalah ini bisa terjadi lagi-lagi akibat bakteri di dalam mulut yang melarutkan bagian tulang di sekitar akar gigi sehingga tulang dan gusi menjadi surut dan bagian akar jadi terlihat.
Selanjutnya, erosi gigi juga bisa menjadi penyebab rasa sakit pada gigi. Biasanya ketika gigi geraham yang terakhir tumbuh, gusi di sekitarnya akan bengkak dan terasa sakit. Jika gigi tidak dapat tumbuh karena sudah kehabisan tempat, maka rasa sakit tersebut akan terus dirasakan. Bila hal ini terjadi, dokter biasanya akan memberikan obat antibiotik hingga bengkaknya sembuh, kemudian melakukan pembedahan untuk mengambil gigi tersebut.
Selain itu, wanita yang rawan mengalami ketidak seimbangan hormon juga mungkin mengalami sakit gigi pada masa-masa tertentu, diantaranya yaitu ketika puber, menstruasi, hamil, dan menopause. Mengatasi sakit gigi bisa dilakukan dengan ramuan herbal, diantaranya dengan merebus daun inggu kering ataupun dengan mengambil minyak dari tempurung kelapa yang dibakar, kemudian dioleskan ke bagian gigi yang sakit. Akan tetapi perkembangan teknologi yang canggih yang dinilai lebih efektif untuk mengobati sakit gigi sangat sayang jika tidak kita manfaatkan.
Bawang Putih Untuk Meredakan Sakit Gigi
Sakit gigi, baik karena gigi sensitif ataupun infeksi, dapat memunculkan rasa nyeri yang sangat menyiksa apalagi ketika tidak memungkinkan untuk segera mendapatkan penanganan dari dokter gigi. Namun demikian, beberapa bahan yang tersedia di rumah (dapur) dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan infeksi pada gigi. Salah satu di antaranya adalah bawang putih. Bawang putih diyakini mampu untuk meredakan sakit gigi. Menurut Dr. Elson Hass, seorang pakar nutrisi yang menulis “Staying Healthy with Nutrition”, bawang putih memiliki banyak senyawa kimia yang ampuh untuk melawan bakteri dan mengurangi inflamasi. Penggunaan bawang putih untuk mengatasi infeksi dan rasa nyeri pada sakit gigi bukan merupakan hal yang baru. Hal ini telah berlangsung berabad-abad. Namun demikian,bukan berarti bahwa Anda tidak perlu untuk memeriksakan diri ke dokter gigi. Anda tetap harus berkunjung ke dokter gigi agar gigi Anda mendapatkan perawatan yang memadai.
Manfaat kesehatan
Bawang putih mengandung asam amino aliin yang kemudian berubah menjadi alisin saat proses penghalusan atau pemotongan. Alisin memiliki khasiat antibakteri. Namun senyawa ini sangat bau. Perlu diketahui, senyawa inilah yang memberikan aroma khas dari bawang putih. Meskipun sudah digunakan secara turun temurun sebagai obat rumahan untuk mengatasi sakit gigi, kajian ilmiah mengenai hal ini masih kurang.
Bawang putih tidak hanya memiliki khasiat untuk meredakan sakit gigi. Menurut University of Maryland Medical Center, bawang putih juga dapat digunakan untuk penanganan penyakit jantung dan pembuluh (kardiovaskular), kanker, serta salesma. Para pakar percaya bahwa penggunaan bawang putih sejauh ini dinilai aman.
Menurut Creighton University, pengobatan dengan bawang putih secara tradisional merupakan metode pemanfaat bawang putih untuk kesehatan yang masih belum tepat. Kandungan senyawa aktif dari bawang putih akan sangat bergantung pada kondisi tempat pembudidayaan. Ketika digunakan untuk menangani sakit gigi, bawang putih harus digerus atau dikunyah terlebih dahulu agar alisin dapat dilepaskan. “Beberapa orang akan sulit untuk mentoleransi bawang putih mentah,” demikian tandas Haas. Namun demikian, bawang putih mentah, dibandingkan dengan sediaan obat olahan dari bawang putih, masih merupakan pilihan yang lebih mudah didapatkan di rumah untuk penanganan segera pada sakit gigi.
Bagaimana cara penggunaannya?
Briggite Mars dalam “Country Almanac of Home Remedies: Time—Tested and Almost Forgotten Wisdom” menyarankan untuk menempelkan bawang putih yang telah dihaluskan pada daerah gigi yang sakit selama 20 menit. Bawang putih dapat meningkatkan sirkulasi dan melawan infeksi. Jika menggunakan secara langsung terasa tidak nyaman, bawang putih yang telah dihaluskan dapat dibungkus terlebih dahulu dengan kain tipis sebelum meletakkannya pada gigi yang sakit.
Saran tambahan
Pada kondisi tertentu, Anda lebih disarankan untuk menghubungi dokter atau mencari bantuan medis secara langsung. Menurut Mayo Clinic dalam situsnya, jika sakit gigi Anda ternyata disertai dengan sulit bernafas, Anda harus mencari pertolongan medis ke dokter gigi atau unit gawat darurat. Situs ini juga menyarankan agar Anda memeriksakan diri ke dokter gigi jika sakit gigi yang diderita lebih dari 2 hari. Penggunaan bawang putih hanya disarankan jika penanganan oleh dokter gigi belum memungkinkan. Jika setelah menggunakan bawang putih infeksi masih berlanjut, segera hubungi dokter gigi Anda. Beberapa tanda infeksi, menurut Mayo Clinic, antara lain: pemerahan, pembengkakan yang disertai rasa nyeri pada gusi, serta rasa sakit ketika mengunyah dan kadangkala diserta dengan demam.
Referensi Artikel
- Creighton University Medical Center: Mechanism of Action
- “The Country Almanac of Home Remedies: Time-Tested & Almost Forgotten Wisdom”; Briggitte Mars; 2011
- Mayo Clinic:Toothache
- Univeristy of Maryland Medical Center: Garlic
- “Staying Healthy with Nutrition”; Elson Haas; 2006
- Source : LiveStrong

