Kanker Payudara Dan Pola Makan
Kanker merupakan pembunuh nomor 2 di Amerika Serikat. Apakah ada cara yang dapat kita lakukan untuk menghindari kanker? Tentu saja ada. Diperkirakan bahwa sepertiga kanker berhubungan dengan makanan, oleh karena itu 3 hingga 4 juta kasus kanker dapat dicegah hanya dengan mengubah jenis makan. Pilihan yang Anda tentukan hari ini mempengaruhi kualitas hidup Anda esok hari.
Fakta yang ada menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pola makan antara populasi yang memiliki risiko tinggi terhadap kanker dengan populasi yang memiliki risiko rendah. Terdapat semacam pengaturan nutrisi yang khusus untuk mencegah kanker payudara, namun demikian pengaturan nutrisi yang dilakukan pada beberapa kanker lain, penyakit jantung serta osteoporosis juga berlaku untuk pencegahan kanker payudara.
Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang memakan cukup buah-buahan dan sayuran mempunyai risiko terkena kanker payudara lebih rendah. Sajian minimum yang disarankan adalah 5 sajian/ hari, dengan 10 sajian/hari merupakan sajian optimum.
Nutrisi tertentu yang secara alami ditemukan di buah-buahan dan sayuran memiliki peranan dalam mencegah kanker payudara. Diantara nutrisi ini antara lain vitamin C dan E, senyawa fitokimia seperti piknogenol dan karotenoid. Salah satu senyawa karotenoid yang terkenal adalah beta-karoten. Namun demikian, Anda tidak perlu untuk mengkonsumsi suplemen betakaroten secara terpisah. Beberapa penelitian menujukkan bahwa peningkatan betakaroten melalui konsumsi suplemen tidak memberikan hasil yang positif terhadap tubuh Anda. Konsumsi suplemen betakaroten hanya akan mengganggu keseimbangan nutrisi Anda. Peningkatan betakaroten secara alami dengan mengkonsumsi wortel biasa ataupun baby carrot (wortel kecil) jauh lebih baik dibandingkan suplemen betakaroten. Vitamin C dan E dapat dikonsumsi dalam bentuk suplemen makanan dengan aman asalkan tidak melampaui 500 mg vitamin C dan 400 IU vitamin E perhari.
Elemen nutrisi lain yang mampu menghambat risiko kanker payudara adalah serat. Beberapa serat dalam makanan yang kita konsumsi dapat mengikat estrogen[H1] dan menurunkan kadar esterogen dalam darah. Paparan yang tinggi terhadap estrogen dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Asupan serat dapat ditingkatkan dengan meningkatkan konsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
Berat badan berlebih juga merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara, terutama jika peningkatan bobot badan masih terjadi di usia dewasa. Dahulu pakar-pakar kesehatan berpendapat bahwa penambahan berat badan tidak menimbulkan risiko apapun seiring bertambahnya usia. Namun, saat ini diyakini bahwa tiap kenaikan bobot badan 10 atau 20 pon (setara dengan 4,5 hingga 9 kg) sepanjang hidup orang dewasa akan meningkatkan risiko kanker payudara. Mengapa demikian? Kemungkinan dikarenakan peningkatan bobot badan akan meningkatkan estrogen dalam peredaran darah.
PENGARUH LEMAK
Penelitian mengenai pengaruh konsumsi lemak total masih belum konsisten. Tidak banyak penelitian yang baik di bidang ini karena umumnya orang yang mengkonsumsi makanan kaya lemak memiliki berat badan berlebih. Meskipun belum ada kaitan antara asupan lemak total dengan risiko kanker payudara secara langsung, konsumsi makanan dengan kadar lemak rendah akan memudahkan dalam menjaga bobot badan ideal.
Secara sederhana, hal yang dijadikan acuan adalah menjaga asupan lemak tidak lebih dari 30 % total kalori. Beberapa pakar kesehatan berpendapat asupan kalori dari lemak sebaiknya tidak melebihi 20 % total asupan kalori. Untuk menghitung jumlah maksimum lemak yang dapat dikonsumsi perhari dapat dilakukan dengan mengalikan asupan kalori harian dengan angka 30 % (atau 0,30). Misalnya, jika Anda mengkonsumsi kalori harian sebanyak 1800, kalikan angka 1800 dengan 0,30 sehingga diperoleh 540 kalori total dari lemak yang dapat dikonsumsi perhari.
Dalam setiap 1 gram lemak terkandung 9 kalori, sehingga untuk menghitung jumlah gram lemak perhari, bagi 540 dengan 9 untuk mendapatkan konsumsi maksimum lemak perhari sebanyak 60 gram. Jika Anda tidak tahu berapa jumlah kalori yang kita dikonsumsi perhari, Anda dapat meminta bantuan ahli nutrisi menganalisis asupan kalori perhari Anda.
Lemak jenuh telah terbukti dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Sumber lemak jenuh di antaranya adalah makanan yang berasal dari hewan, minyak kelapa, minyak goreng, minyak kelapa sawit, dan lemak cokelat. Lemak tak jenuh yang berasal dari minyak zaitun, minyak kanola[H2] , dan minyak kacang akan membantu menurunkan risiko kanker payudara.
Salah satu minyak yang baik untuk menurunkan risiko kanker payudara adalah minyak zaitun. Selain merupakan minyak dengan lemak tak jenuh, minyak zaitun juga mengandung sejumlah senyawa fitokimia dan vitamin E. Senyawa firokimia dan vitamin E tersebut dapat berperan sebagai antioksidan, yang berarti dapat membantu melindungi sel-sel dari oksidasi oleh senyawa radikal bebas sebagai salah satu penyebab kanker. Wanita Yunani umumnya mengkosumsi 42 persen kalori mereka dari lemak, sedangkan wanita Amerika umumnya mengkonsumsi 35 persen kalorinya dari lemak. Namun demikian, tingkat kematian akibat kanker wanita Yunani lebih rendah dibandingkan wanita Amerika. Mengapa demikian? Tidak seperti asupan lemak orang Amerika yang didominasi oleh lemak hewani, asupan lemak orang Yunani umumnya diperoleh dari minyak zaitun serta ikan. Ikan mempunyai banyak kelebihan.Penelitian tentang aktivitas minyak ikan menunjukkan kemampuannya dalam menurunkan risiko kanker payudara.
Perlu diingat bahwa dugaan keuntungan konsumsi minyak zaitun merupakan suatu hal yang baru. Minyak zaitun merupakan lemak yang menguntungkan sehingga aman disertakan dalam konsumsi harian. Hal yang perlu perhatikan adalah minyak zaitun merupakan lemak dan memberikan kalori dalam jumlah yang signifikan. Oleh karena itu, Anda tetap perlu memperhatikan pengaturan bobot badan Anda agar pola makan Anda tetap seimbang.
PENGARUH ALKOHOL
Tiga dari empat orang Amerika mengatakan terlalu banyak informasi yang bertentangan mengenai makanan yang sehat. Hal ini terutama jika berhubungan dengan alkohol. Ada yang mengatakan meminum alkohol sehari sekali baik untuk kesehatan, sedangkan yang lain berpendapat sebaliknya. Sebenarnya mana dari pendapat tersebut yang benar?
Bukti yang kuat menunjukkan bahwa meminum alkohol lebih dari 3 hingga 4 kali seminggu meningkatkan risiko kanker payudara. Satu kali minum setara dengan 12 oz (354 mL atau satu setengah gelas) bir, 5 oz (150 mL) anggur, 1,5 oz (44 mL atau seperempat gelas) likuor. Jika Anda mengkonsumsi minuman anggur merah untuk mengurangi risiko penyakit jantung, kenapa tidak menggantinya dengan buah anggur merah atau meminum jus anggur 100 persen alami? Senyawa fitokimia yang berguna ditemukan pada buah anggur bukan pada alkoholnya. Teh dan bawang merah juga merupakan sumber senyawa fitokimia tersebut.
Tidak dapat disangkal bahwa mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedang dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Banyak bukti yang mendukung pernyataan ini. Namun demikian, mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Pada tahun 1994 para pakar menganalisis hasil penelitian yang berhubungan dengan alkohol dan kanker payudara. Hasilnya menunjukkan bahwa minum alkohol ssatu kali sehari dapat meningkatkan risiko terhadap kanker payudara sebesar 10 persen. Hasil penelitian terbaru pada tahun 1998 menunjukkan bahwa setiap konsumsi 10 gram alkohol perhari terjadi peningkatan risiko kanker payudara sebesar9 %. Wanita yang mengkonsumsi alkohol dalam takaran yang lebih tinggi, 2 hingga 5 kali sehari, memiliki risiko terkena kanker payudara 41 % lebih tinggi. Apakah jenis minuman beralkohol yang dikonsumsi berpengaruh? Jawabnya adalah tidak, artinya setiap minuman beralkohol jenis apapun dapat meningkatkan risko terhadap kanker payudara. Oleh karena itu, jika Anda adalah wanita yang memiliki risiko terkena kanker payudara sebaiknya hentikan kebiasaan Anda meminum alkohol secara bertahap hingga Anda dapat berlepas dari Alkohol.
PENGARUH KONSUMSI DAGING
Bukti bahwa konsumsi daging meningkatkan risiko kanker payudara terus bertambah. Dua hal penyebab utamanya adalah lemak jenuh dan protein yang terkandung di dalam daging. Mengkonsumsi daging merah telah terbukti mengakibatkan kanker usus. Bukti ini tidak sekuat bukti terhadap kanker payudara. Biatpun demikian, dianjurkan untuk membatasi konsumsi daging merah 2 kali seminggu (100 hingga 150 gram persajian atau seukuran kartu remi).
Hal lain yang dapat memicu kanker dari konsumi daging, termasuk diantaranya daging sapi, unggas, dan ikan adalah senyawa amin heterosiklik. Senyawa amin heterosiklik muncul ketika daging terpapar pada temperatur tinggi. Senyawa amin heterosiklik berbahaya bagi pankreas, usus besar (kolon), serta prostat. Penelitian terbaru dari Iowa Women’s Health Study menunjukkan wanita yang secara rutin mengkonsumsi daging merah yang dimasak matang berisiko 5 kali lebih tinggi terkena kanker payudara dibanding wanita yang mengkonsumsi daging merah yang dimasak setengah matang atau tidak terlalu matang. Namun demikian Anda juga tidak dianjurkan untuk memasak daging setengah matang karena memiliki risiko kesehatan yang lain, terutama berkenaan dengan infeksi bakteri berbahaya.
Selain membatasi konsumsinya, berikut anjuran yang dapat diterapkan pada konsumsi daging merah:
- Kurangi lemak dari daging sebelum dipanggang
- Hindari daging yang telah diasap
- Lakukan marinasi (merendam dalam larutan yang berisi garam, perasan jeruk nipis atau cuka) terhadap daging yang akan dipanggang dan kukus dalam microwave selama 3 hingga 5 menit untuk mengurangi senyawa karsinogen (senyawa penyebab kanker).
PENGARUH KEDELAI
Mungkin Anda telah mendengar bahwa kedelai mengurangi risiko kanker payudara. Ketertarikan terhadap kemampuan kedelai mencegah kanker payudara terjadi setelah ilmuwan mengamati wanita Asia yang memiliki risiko terkena kanker lebih rendah dibandingkan dengan wanita Amerika. Wanita Asia umumnya lebih banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kedelai dibandingkan wanita Amerika.
Para pakar masih belum dapat menyimpulkan apakah kedelai mampu mencegah kanker atau tidak. Namun demikian, terdapat data yang menunjukkan hubungan erat antara kedelai dengan pencegahan kanker payudara, prostat, paru-paru dan usus besar (kolon). Penelitian terbaru di Inggris menemukan hubungan yang kuat antara asupan fitoestrogen dari kedelai dengan penurunan risiko kanker payudara. Namun demikian para pakar masih belum dapat menyimpulkan hubungan antara kedelai dengan penurunan risiko kanker payudara walaupun bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa kedelai menguntungkan dan dapat disertakan dalam makanan sehat kita.
Apakah fitoestrogen itu? Fitoestrogen adalah hormon tumbuhan yang serupa dengan hormon estrogen manusia. Fitoestrogen memiliki efek yang lebih lemah dibanding estrogen manusia. Senyawa ini merupakan senyawa kedelai yang diyakini memiliki kemampuan mengurangi risiko kanker payudara dan prostat. Fitoestrogen mempunyai dua fungsi: jika didalam tubuh terlalu banyak estrogen, fitoestrogen akan menghambat dampak berbahaya dari estrogen, sedangkan jika estrogen terlalu sedikit, fitoestrogen akan menggantikan kekurangan tersebut. Selain itu, fitoestrogen berfungsi sebagai antioksidan yang mampu melindungi sel.
Sumber makanan lain yang kaya fitoestrogen selain kedelai adalah biji tumbuhan flax. Tidak ada penelitian yang menunjukkan fitoestrogen dapat diperoleh dengan mengkosumsi suplemen tertentu sehingga cara terbaik untuk mendapatkan asupan fitoesterogen adalah dengan memakan makanan yang mengandung senyawa tersebut..
Bagaimana cara memasukkan kedelai kedalam makanan sehari-sehari kita? Bukan berarti dengan menggunakan kecap dan minyak kedelai kita mendapatkan fitoesterogen serta senyawa lain yang penting dari kedelai. Produk-produk tersebut memang terbuat dari kedelai namun tidak mengandung fitoestrogen dan protein kedelai yang menguntungkan bagi kesehatan. Berikut adalah daftar produk kedelai dan kandungan fitoestrogennya (dalam mg) dalam setiap sajian. Untuk mendapatkan manfaat kedelai secara optimal, cobalah untuk mengkonsumsi kedelai sebanyak 30 hingga 60 mg perhari.
½ cangkir biji kedelai segar atau beku ( 70 mg)
1 cangkir susu kedelai (20 mg)
¼ cangkir kacang kedelai sangrai (84 mg)
100 gram tahu (38 mg)
¼ cangkir bubuk kedelai (60 mg)
Edamame segar atau beku, merupakan kedelai berwarna hujau dengan rasa manis. Rebus selama 15 hingga 20 menit dan dapat dimakan langsung. Kedelai sangrai yang telah diberi garam dapat menjadi alternatif kacang asin dengan kandungan lemak rendah dan harga yang murah.
Jika Anda tidak menyukai susu kedelai murni, cobalah membuat milk shake susu kedelai rasa pisang strawberi;
Masukkan kedalam blender satu potong pisang matang, ½ cangkir strawberry beku, 1 cangkir susu kedelai, 1/3 cangkir bubuk kedelai dan satu sendok makan madu. Blender hingga tercampur merata (mengandung 100 mg fitoestrogen).
Berikut rangkuman bahan-bahan makanan yang dapat mencegah kanker:
Buah-buahan dan sayuran, terutama yang berwarna gelap, 5 hingga 9 sajian perhari.
Serat, terutama untuk kanker usus, 25 hingga 35 g perhari.
Antioksidan seperti karoten dan vitamin C dan E (dapatkan karoten dari makanan bukan dari suplemen makanan).
Selenium, terutama untuk kanker prostat, jangan mengkonsumsi lebih dari 800 mcg/hari dalam bentuk suplemen.
Kalsium, 1200 hingga 1500 mg perhari.
Asam lemak omega-3 (dari minyak ikan), sertakan ikan dalam makanan sehari-hari setidaknya satu hinga dua kali seminggu.
Kedelai, satu hingga dua sajian produk kedelai perhari.
Teh (hitam atau hijau), tiga hingga lima sajian perhari.
Olahraga, lakukan selama 30 menit perhari beberapa kali seminggu.
Berikut adalah daftar penyebab kanker:
Berat badan berlebih, batasi penambahan berat badan pada usia dewasa 10 lb atau kurang.
Makanan berlemak, gunakan minyak canola dan zaitun dalam memasak.
Daging merah, terutama menyebabkan kanker usus, batasi sajiannya satu atau dua kali seminggu dan 3 85 gram persajian.
Makanan panggang, hindari memanggang hingga gosong.
Nitrat dan nitrit, hindari daging yang diasap.
Alkohol, pria harus membatasi konsumsinya 2 kali sehari atau kurang, wanita harus mengkonsumsi kurang dari sekali perhari. Menghindari alkohol sama sekali akan jauh lebih baik.
“Makanan anti kanker terbaik” (Sumber: Environmental Nutrition/vol.22/no.10):
Makan makanan vegetarian (rendah daging merah); mengandung polong-polongan, biji-bijian, buah-buahan dan sayuran.
Makan ikan satu atau dua kali seminggu.
Makan buah-buahan dan sayuran 5 hingga 9 sajian perhari. Konsumsi buat citrus atau makanan lain yang banyak mengandung vitamin C, daun-daunan berwarna hijau gelap, makanan kaya serat.
Batasi asupan lemak pada lemak tak jenuh dan lemak omega-3 (dari minyak zaitun, minyak canola, kacang-kacangan, dan biji-bijian).
Pilih biji-bijian utuh (gandum, oatmeal, beras cokelat/ketan) bukan biji-bijian yang telah diolah.
Sertakan sumber kalsium (dari bahan makanan atau suplemen).
Sertakan kedelai dan biji Flax.
Teh.
Olahraga teratur.
OLAHRAGA
Apa peran olahraga dalam pencegahan kanker? Olahraga rutin (30 menit atau lebih beberapa kali seminggu) mencegah kanker usus dan kemungkinan membantu mencegah kanker paru-paru dan payudara. Selain itu olahraga mengurangi risiko kanker yang berhubungan dengan obesitas dengan menjaga kondisi berat badan ideal. Jika Anda terlalu sibuk untuk meluangkan waktu, lakukan aktivitas fisik aerobik di sela-sela kegiatan Anda seperti jalan kaki, naik turun tangga atau gerakan-gerakan tertentu. The Cooper Institute for Aerobics Research di Dallas mengemukakan bahwa orang yang melakukan aktivitas aerobik secara rutin di sela-sela kerja mereka mampu menurunkan berat badan layaknya melakukan aktivitas aerobik selama 20 hingga 60 menit sebanyak 3 hingga 5 kali perminggu. Aktivitas fisik di sela-sela kesibukan bekerja juga dapat meningkatkan ketahanan aerobik.
Oleh karena itu, lakukan aktivitas fisik meskipun kecil ketika ada waktu luang di sela-sela kesibukan Anda. Berikut adalah daftar untuk membantu mengukur jumlah kalori yang terbakar dalam setiap aktivitas. Kalori yang Anda bakar kemungkinan akan berbeda namun daftar berikut dapat dijadikan panduan. Kalori yang tertera disini untuk wanita yang memiliki berat 140 lb.
Menyapu selama 5 menit = 20 kalori
Mendorong kereta bayi sejauh ½ mil dalam waktu 30 menit = 50 kalori
Berkebun selama 15 menit = 55 kalori
Bermain aktif dengan anak-anak selama 15 menit = 60 kalori
Memarkir kendaraan diujung tempat parkir dan berjalan selama 5 menit menuju meja kerja = 25 kalori
Berjalan kembali menuju kendaraan ketika pulang bekerja selama 5 menit = 25 kalori
Naik turun tangga 4 lantai = 40 kalori
Berjalan menuju sebuah toko kemudian kembali lagi selama 8 menit = 35 kalori
Loncat tali selama 15 menit = 150 kalori
[H1]Bagaiaman suatu serat dapat mengikat esterogen?
[H2]Terangkan apa itu minyak kanola!
Referensi Artikel : livestrong.com/article/14157-breast-cancer-and-diet/
Mencegah Kanker Dengan Kunyit dan Jahe
Jahe (Zingiber officinale), salah satu tanaman rimpang yang memiliki aroma tajam, merupakan tumbuhan asli Cina yang telah digunakan sebagai tanaman obat selama ribuan tahun. Khasiat jahe untukmencegah kanker (kemopreventif) telah terbukti, namun masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada tataran klinis (penggunaan pada manusia) untuk meningkatkan keyakinan dari aspek efektifitas dan keamanannya.
Kunyit (Curcuma longa), rimpang dengan warna jingga cerah merupakan salah satu bumbu masak yang kerap kali digunakan. Tanaman berimpang ini tumbuh di daerah tropis Asia dan Afrika. Kunyit mengandung berbagai senyawa polifenol dengan kurkumin sebagai senyawa utama. Adanya kurkumin di dalam kunyit menjadikan rimpang ini memiliki banyak khasiat, salah satunya untuk mencegah kanker. Untuk menjamin keamanan dan ketepatan penggunaan, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter Anda sebelum menggunakan suplemen yang mengandung jahe ataupun kunyit.
KHASIAT ANTI KANKER JAHE
Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal “Food and Chemical Toxicology” edisi mei 2007, jahe memiliki banyak khasiat termasuk diantaranya antiradang (antiinflamasi) dan antikanker. Y. Shukla dan M. Singh, peneliti jahe pada Industrial Toxicology Research Centre di India, telah berhasil mengidentifikasi beberapa senyawa yang berfungsi sebagai anti-kanker dari jahe. Senyawa-senyawa tersebut diantaranya adalah senyawa-senyawa vallinoid, gingerol, paradol, shogaol and zingeron.
JAHE DAN KANKER RAHIM
Peneliti dari Comprehensive Cancer Center di University of Michigan telah meneliti efek kimiawi jahe terhadap kanker rahim. Jahe secara selektif mampu membunuh sel-sel kanker rahim yang telah memiliki kekebalan terhadap pengobatan standar, demikian ungkap Dr. J. Rebecca Liu, asisten profesor bidang obstetri dan ginekologi di Fakultas Kedokteran University of Michigan. Jahe membunuh sel-sel kanker melalui dua mekanisme kematian sel, yaitu apoptosis dan autophagy. Proses apoptosis merupakan proses bunuh diri secara terprogram yang dilakukan oleh sel itu sendiri. Adapun autofagi merupakan proses penghancuran komponen-komponen sel oleh suatu organel didalam sel yang dinamakann lisosom.
KUNYIT DAN PENGHAMBATAN SIKLUS SEL
Menurut Jane Higdon, peneliti kanker dari Oregon State University, kunyit diyakini memiliki fungsi-funsgi penghambatan tumor pada manusia, termasuk diantaranya sebagai penghambat siklus sel dan apoptosis. Rimpang ini mampu menghambat siklus sel pada sel yang telah mengalami suatu kerusakan DNA. Mekanisme ini mampu menghambat perkembangan kanker dari suatu sel. Kunyit juga dapat melindungi tubuh dengan cara melakukan memicu terjadinya apoptosis – sebuah proses fisologi normal dimana tubuh secara genetis membuang sel yang telah rusak dan tidak diinginkan.
KUNYIT DAN KANKER PROSTAT
Para peneliti dari University of California-San Francisco telah berhasil meneliti mekanisme yang memungkinkan kunyit memberikan perlindungan terhadap risiko kanker prostat. Menurut penelitian ini, kunyit akan mengaktifkan gen-gen sitoprotektif (gen-gen yang memberikan perlindungan) pada sel-sel kanker prostat normal sehingga mencegah terjadinya peradangan dan gangguan oksidatif seluler. Peradangan dan aktivitas oksidatif seluler merupakan dua faktor penyebab berkembangnya kanker prostat. Kunyit juga diketahui memberikan efek sitotoksik (membunuh sel) terhadap sel-sel kanker prostat, demikian menurut Jeffery Herman, salah satu peneliti dalam kajian ini.
Referensi :


