Hindari Resiko Terkena Serangan Jantung
Serangan jantung adalah penyebab kematian terbesar di dunia. Serangan jantung terjadi akibat terhambatnya aliran darah menuju jantung, sehingga ada sebagian sel pada organ jantung yang mati. Organ jantung adalah salah satu organ di dalam tubuh yang sangat penting dalam menunjang kehidupan. Jantung berfungsi sebagai organ pemompa darah yang mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh. Organ ini terletak di bagian dada sebelah kiri. Ukuran organ ini kira-kira sama dengan kepalan tangan orang. Jantung terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu bilik kiri, bilik kanan, serambi kiri, dan serambi kanan. Kontraksi otot-otot jantung yang terjadi dengan sebuah irama menyebabkan darah mengalir masuk ke jantung, kemudian dipompa keluar ke seluruh tubuh. Kontraksi tersebut dibutuhkan secara terus menerus untuk membuat seseorang tetap hidup. Apabila sebentar saja darah sampai terhambat masuk ke jantung dan ada sel jantung yang mati, maka kematian mendadak kemungkinan besar bisa terjadi.
Seperti yang telah disampaikan tadi bahwa penyebab terjadinya serangan jantung yaitu terhambatnya aliran darah menuju jantung. Tersumbatnya aliran darah ini bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satu diantaranya yaitu endapan-endapan kolesterol di dalam pembuluh darah yang menghambat laju aliran darah menuju jantung. Dan benar sekali jika Anda menebak bahwa faktor utama yang mempengaruhi terjadinya hal ini adalah pola makan yang tidak sehat. Akan tetapi, selain pola makan yang buruk, ada lagi beberapa faktor lainnya yang bisa menyebabkan seseorang dekat dengan resiko terserang penyakit ini, yaitu diantaranya adalah faktor usia (telah mencapai usia 45 tahun bagi pria dan 55 tahun bagi wanita), faktor keturunan, faktor gaya hidup yang buruk, faktor penyakit kronis lainnya, dan juga faktor psikis (seperti sering tertekan atau stress).
Beberapa jenis penyakit kronis yang dapat memicu serangan jantung yaitu hipertensi, diabetes, kolesterol, obesitas, dan lain-lain. Yang menyebabkan serangan jantung menjadi pembunuh nomor satu di dunia yaitu karena sebagian besar orang menjalani hidup dengan konsumsi makanan yang meningkatkan resiko terjangkitnya penyakit-penyakit kronis tersebut sehingga pada suatu ketika menyebabkan serangan jantung. Oleh karena itu, kita semua harus mulai merubah pola makan dan pola hidup kita yang tidak sehat, terutama apabila seorang pria telah mencapai usia 45 tahun dan wanita telah mencapai usia 55 tahun. Selanjutnya, orang-orang yang berasal dari keluarga yang mempunyai riwayat terkena serangan jantung juga memiliki resiko yang sangat tinggi, oleh sebab itu mereka perlu memperhatikan betul pola makan maupun gaya hidupnya. Gaya hidup yang dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung yaitu jarang berolah raga, sering tidur terlalu larut malam, sering menghisap asap rokok (baik perokok aktif maupun pasif), dan lain-lain.
Pada umumnya, jika seseorang memiliki potensi terkena serangan jantung, dia akan merasakan beberapa gejala seperti sering merasakan nyeri di dada, sesak napas, sering kelelahan, jantung sering berdebar-debar, dan lain-lain. Gejala-gejala tersebut memang bukan merupakan sebuah gangguan kesehatan yang serius sehingga seseorang biasanya mengabaikannya, itulah kesalahan yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang. Sedangkan ada juga beberapa anggapan salah yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena serangan jantung. Orang sering menganggap bahwa serangan jantung hanya identik dengan orang yang bertubuh gemuk, orang yang punya penyakit jantung, tidak dapat menyerang seseorang di usia muda, dan lain-lain, sehingga dia yang tidak masuk ke dalam kriteria tersebut merasa bebas untuk menjalankan pola makan dan pola hidup secara sembarangan.
