Mengenal Jenis Kanker dan Faktor Resikonya

Kematian bukanlah sebuah hal yang dapat ditebak kapan datangnya. Walaupun hal ini adalah takdir yang pasti, namun secara ilmiah kematian biasanya dijelaskan dengan melihat keadaan seseorang yang meninggal, apakah ia memiliki penyakit serius tertentu atau tidak. Tentu saja, setiap orang tidak ingin mendengar bawa dirinya didianosa mengidap penyakit kronis dan diprediksi berapa lama tubuhnya akan bertahan terhadap penyakit tersebut.

Kanker : Definisinya

Apakah anda sering mendengar kata kanker? Bagi banyak orang, ini merupakan sebuah penyakit yang sangat menakutkan. Kondisi ini ditandai dengan adanya kelainan siklus sel khas yang membuat sel berkemampuan untuk membuat tubuh tidak terkendali dimana terjadi pembelahan sel yang melebihi batas normal, menyerang jaringan biologis di dekatnya dan berpindah atau bermigrasi ke jaringan lain dalam tubuh melalui sirklasi darah atau sistem limfatik. Proses migrasi ini lebih sering disebut sebagai metastasis. Ketiga hal tersebutlah yang membedakan antara kanker dan tumor jinak, namun sebagian besar dari penyakit tersebut membentuk tumor sedang beberapa yang lain tidak, contohnya leukimia. Setelah mendengar kata kanker, banyak orang akan berpikir tentang kematian. Di amerika sendiri 25% dari kasus kematian disebabkan oleh penyakit ini, sedang di indonesia, kanker merupakan pembunuh alami nomer 3.

Penggolongan Kanker

Penggolongan kanker biasanya dengan mudah dilakukan dengan mengaitkan letak penyakit itu sendiri. Sebagai contoh kanker usus besar dimana sel tidak sehat ini berawal dari usus besar. Namun, penggolongan lebih ilmiah atas penyakit ini sebenarny dibedakan menjadi empat macam, yaitu:

Karsinoma – terjadi pada jaringan epitel atau jaringan yang menyelebungi organ.

Sarkoma – terjadi pada tulang, jaringan adiposa dan jaringan penghantar atau pendukung lainnya.

Leukemia – terjadi akibat tidak matangnya sel darah yang berkembang dalam sumsum tulang dan cenderung berakumulasi dalam sirkulasi darah.

Limfoma – timbul dari nodus limfa dan jaringan dalam sistem kekebalan tubuh.

Pada proses pembentukan kanker itu sendiri, ada tiga keadaan yang memicunya:

Hiperplasia – kondisi saat sel normal tumbuh dalam jumlah yang berlebihan.

Displasia – sel berkembang tidak normal dan terjadi perubahan pada nukleusnya dengan ukuran yang bervariasi, akitivitas mitosis meningkat dan tidak ada ciri khas sitoplasma yang berkaitan dengan iferensiasi sel pada jaringan.

Neoplasia – sel sudah berproliferasi secara tidak normal dan bersifat invasif.

Faktor Yang Menimbulkan Resiko Kanker

Secara garis besar, kanker dapat dipicu oleh dua hal, di antaranya faktor lingkungan (90-95%) dan faktor genetik (5-10%). Masing-masing dari faktor tersebut tentunya kemudian masih bisa digolongkan dalam beberapa hal yang lain seperti berikut:

Bahan kimia : tembakau, alkohol

Radiasi : gas radon, ultraviolet, frekuensi radio tak berion dan sumber frekuensi radio
yang serupa

Infeksi : papillomavirus, poliomavirus, virus epstein-barr, virus herpes, virus hepatitis b
dan c, virus-1 leukemia sel t dan helicobacter pylori.

Ketidakseimbangan metabolisme

Ketidakseimbangan hormonal

Disfungsi sistem kekebalan

Keturunan

Letak kerusakan DNA (mutasi) yang dialami

Diagnosis dan Pengobatan

Penyakit seperti kanker biasa juga disebut sebagai pembunuh yang diam atau silent killer yang tumbuh di dalam tubuh. Gejalanya bisa tampak dengan jelas dengan diperiksa melalui screening, namun kadang juga dibutuhkan sebuah biopsi. Sedang dalam beberapa kasus, sel kanker yang berkembang justru terdeteksi secara tidak sengaja. Gejala klinisnya
diklasifikasikan dalam beberapa jenis yaitu gejala lokal, gejala pembesaran kelenjar getah bening, hepatomegali, neurologis, rasa sakit pada tulang, gejala sistemik, gejala angiogenesis dan gejala migrasisel tumor. Metode pengobatan yang umum diberkan pada penderita kanker yaitu operasi, kemoterpai dan radiasi.

Selain itu, sekarang juga sudah banyak dikembangkan obat alami yang memiliki kandungan anti-kanker. Walaupun begitu, kemungkinan untuk sembuh lebih besar apabila pendektisian penyakit ini dilakukan sejak dini.

Butuh Obat Kanker ...?

 

Mengenal Lebih Dalam tentang Penyakit Asma

Pernahkah Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami sesak nafas secara tiba-tiba? Panik, mungkin itulah respon yang secara spontan dirasakan. Anda berusaha keras untuk menarik nafas agar oksigen dapat masuk ke paru-paru. Mungkinkah ada masalah dengan sistem pernapasan Anda? Berikut adalah salah satu penyakit umum yang berkaitan dengan saluran pernapasan tersebut, yang biasa dikenal dengan nama Penyakit Asma.

Penyebab Penyakit Asma

Penyakit asma, tentunya bukan hal yang asing lagi di telinga Anda. Ini merupakan keadaan dimana terjadi penyempitan sementara pada saluran pernapasan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu. Keadaan dimana saluran pernapasan pada penderita asma sebenarnya merupakan reaksi alami terhadap rangsangan pada paru-paru. Dan apabila organ tersebut dalam keadaan normal, maka tidak akan berpengaruh terhadap saluran pernapasan itu sendiri. Rangsangan biasanya disebabkan oleh serbuk sari, bulu, asap, udara dingin, debu dan olahraga. Karena rangsangan tersebut, otot polos dari bronki kejang dan jaringan pada saluran udara terjadi pembengkakan karena peradangan dan mengeluarkan lendir dalam saluran tersebut. Di saat itulah asma menyerang.

Selain proses tersebut, serangan asma juga dipicu oleh sel-sel tertentu dalam saluran udara terutama mastosit.  Sel ini memberikan respon terhadap ransangan benda asing atau alergen dengan mengeluarkan bahan histamin dan leukotrien yang mempengaruhi pembentukan lendir karena otot polos mengalami kontraksi serta adanya perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki. Seseorang yang berada di tempat dengan cuaca yang dingin atau sehabis melakukan olahraga juga dapat mengalami reaksi yang sama.

Pelepasan bahan histamin dan leukotrien juga dapat dipicu oleh stres dan kecemasan. Penyebab lain yang memicu serangan asma juga disebabkan oleh sel eosinofil yang berperan mengeluarkan bahan lain termasuk leukotrien dan mempersempit saluran pernapasan. Rasio plasma bilirubin akibat stres oksidafis dengan oksidan sebagai pemicunya merupakan
penyebab umum yang lain.

Gejala Umum dan Diagnosa

Hal berikutnya yang perlu Anda ketahui tentang penyakit asma adalah gejalanya. Frekuensi dan beratnya bisa berbeda dari satu orang dari orang yang lain, atau pada penderita yang sama. Serangan sesak nafas bisa terjadi dengan cepat dan ringan, biasanya ditandai dengan napas yang berbunyi atau bengek, sesak napas dan batuk. Secara bertahap, gejalanya menjadi lebih buruk. Yang dirasakan oleh penderita adalah sesak napas dan batuk serta dada yang juga terasa sesak. Pada anak-anak umumnya diawali dengan rasa gatal di dada dan leher serta batuk kering di malam hari atau saat melakukan olahraga. Lama serangan asma bisa bervariasi dari berjam-jam sampai berhari-hari.

Saat terjadinya serangan inilah, penderita bisa merasa panik dan cemas dimana hal ini justru memicu proses penyempitan saluran pernapasan yang lebih intens lagi. Penderita asma akan mengeluarkan banyak keringat dan menunjukkan gejala lain seperti sulit berbicara, kebingungan, letargi dan sianosis. Diagnosa dapat dilakukan dengan memperhatikan gejala-gejala tersebut. Namun, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat maka pemeriksaan dilakukan dengan metode spirometri yang berulang untuk menilai beratnya penyumbatan saluran udara dan memantau pengobatan. Apabila hasilnya masih diragukan terutama yang berkaitan dengan faktor pemicu alergi, maka tindakan yang dilakukan selanjutnya adalah broncial challenge test.

Jenis Pengobatan yang Dilakukan

Ada beberapa jenis pengobatan yang dapat diberikan untuk membantu penderita mengendalikan serangan asma. Obat-obat tersebut terdiri dari tiga macam jenis yaitu per-oral (ditelan), suntikan dan inhaler. Dari ketiga jenis pengobatan tersebut, inhaler adalah yang paling efektif dan praktis. Pemberian dosis serta jenis obat yang diberikan melalui inhaler tergantung dari keadaan penderita. Walaupun pengobatan semacam ini mudah dilakukan, namun ada baiknya penderita menghindari pemicu serangan asma dan juga meminum obat sebelum melakukan kegiatan fisik seperti olahraga.

Butuh Obat Asma ...?